TUGAS MID BAHASA ARAB B

DOSEN : Syarifaturrahmatullah M. Pd

MAHASISWA : Syarif Hidayatullah

TUGAS MIDDLE

BAHASA ARAB


 
  clip_image002

pa

SEMESTER II

TANA PASER KAB.PASER

TAHUN AKADEMIK 2013/2014

SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH (STIT) IBNU RUSYD

1. Apa yang dimasud dengan Kalimat (dalam bahasa Arab)? Jelaskan pembagiannya beserta contoh-contohnya!

Jawab :

Kalimat dalam bahasa arab jika diartikan dalam bahasa indonesiakan adalah kata, kalimat dalam bahasa arab ialah lafazh yang tersusun dan bermakna lengkap. Dalam bahasa arab kalimat dibagi menjadi tiga golongan besar yaitu : isim, fiil dan harf.

1. Isim adalah kata yang menunjukkan makna mandiri yang tidak dipengaruhi oleh waktu.

Ciri ciri isim

1. berawal alif lam

2. tanwin akhiran

3. huruf jar

4. kasroh di akhir

Contoh-contoh isim adalah:

يْدٌزَ clip_image004 zaid

كِتاَبٌ clip_image004[1] buku

اَنَا clip_image006saya

2. Fiil adalah kata yang juga memiliki makna mandiri akan tetapi dipengaruhi oleh waktu

Ciri ciri fiil :

1. Qad

2. Saufa

3. Harf/ huruf

Contoh-contoh fiil adalah: اُكْتُبْ clip_image008يَاكْتُبُ clip_image008[1]كَتَبَ

3. Harf adalah semua jenis kata selain Isim dan Fi’il, yang tidak bisa berdiri sendiri dan tidak memiliki arti yang jelas tanpa kata-kata lain dalam hubungan kalimat.

Contoh Harf: وَ (=dan), مِنْ (=dari), عَنْ (=dari), إِلَى (=ke, kepada), فِيْ (=di, dalam), حَتَّى (=hingga), لاَ (=tidak, tidak ada), إِنْ (=jika), dan lain-lain.

Beberapa Harf, seperti بِـ (=dengan) di dalam kalimat kadang mempunyai arti, dan kadang hanya sebagai tambahan yang tidak mempunyai arti. Contoh:

أَعُوْذُ بِاللهِ

= aku berlindung kepada Allah

كَفَى بِاللهِ شَهِيْدًا

= cukuplah Allah (sebagai) saksi

2. Jelaskan Isim menurut jenis dan jumlahnya! Berikan contohnya, dan jelaskan perbedaannya dengan Fi’il!

Jawab :

Ø Isim menurut jenisnya ada dua yaitu :

1) Muannats ( perempuan ) di tandai dengan akhiran ta marbutah

contoh : تِلْمِذَةٌ

2) Mudzakar ( laki – laki ) tanpa tanda ta marbutah,

contoh : كِتَابٌ

Ø Isim berdasarkan jumlah benda terbagi tiga, yaitu

1) Isim Mufrod, ( 1 benda )

contoh : قَلَمٌ

2) Isim Mutsanna ( 2 benda )

contoh : كِتَابَانِ عَلِي

3) Isim Jamak. ( 3 benda atau lebih )

Jamak adalah isim yang memuat (benda atau orang) tiga atau lebih dengan tambahan pada akhirannya seperti: مُسَالِمِيْنَ, مُسْلِمُوْنَ

Sedangkan fiil tidak memiliki jenis dan jumlah, fiil jika dispesifikasikan menjadi fiil menurut waktu terjadinya ada 3 :

1) Fiil ma’dhi yaitu setiap kegiatan atau kata kerja yang gerjadi pada waktu yang telah lampau.

clip_image010Contoh :

2) clip_image012Fiil mudhari yaitu fiil yang menunjukkan waktu sekarang atau yang akan datang.

Contoh :

3) clip_image014Fiil amar adalah lafazh yang menunjukkan kejadian ( perbuatan ) pada masa yang akan datang.

Contoh :

4. Apa yang dimaksud dengan mubtada dan khabar? Jelaskan perbedaanya dan berikan contohnya!

Jawab :

Mubtada ialah isim yang marfu yang kosong atau bebas dari amil lafazh, yakni yang merafa’kan mubtada itu bukan amil lafazh, seperti fail atau naibun fail, melainkan oleh amil maknawi, yaitu ibtida atau permulaan kalimat saja. Atau dengan kata lain mubtada ialah kata yang terletak pada awal kalimat. Sedangkan,

Khabar ialah isim marfu’ yang dimusnadkan atau disandarkan kepada mubtada, yakni tidak akan ada khabar bila tidak ada mubtada dan mubtada itulah yang merafa’kan khabar, dengan kata lain khabar adalah penjelasan dari mubtada.

Perbedaan antara mubthada dan khabar :

1. Mubthada terletak pada awal kalimat karena mubtada ialah isim yang marfu yang kosong atau bebas dari amil lafazh, yakni yang merafa’kan mubtada itu bukan amil lafazh, seperti fail atau naibun fail, melainkan oleh amil maknawi.

2. Khabar selalu terletak setelah mubthada karena khabar ialah isim marfu’ yang dimusnadkan atau disandarkan kepada mubtada, dan mubtada itulah yang merafa’kan khabar, dengan kata lain ia-lah sebagai penjelasan dari mubtada.

Contoh:

مُحَمَّدٌ طَبِيْبٌ clip_image016Muhammad adalah seorang dokter

اَلْبَيْتُ كَبِيْرٌ

clip_image004[2] Rumah itu besar

الْأُسْتَاذُ مَرِيْضٌ clip_image016[1]Ustadz itu sakit

Ketentuan-ketentuan Mubtada’ dan khobar

1. Mubtada’ dan khobar merupakan isim-isim marfu’

Contoh:

الْوَلَدُ نَشِيْطٌ clip_image016[2] Anak itu rajin

أَبُوْكَ مَاهِرٌ clip_image016[3] Bapakmu adalah orang yang pandai

2. Mubtada’ dan khobar harus selalu sesuai dari sisi bilangannya.

Contoh:

الْمُسْلِمُ حَاضِرٌ clip_image016[4] Seorang muslim itu hadir

الْمُسْلِمَانِ حَاضِرَانِ clip_image016[5] Dua orang muslim itu hadir

الْمُسلِمُوْنَ حَاضِرُوْنَ clip_image016[6] Orang-orang muslim itu hadir

3. Mubtada’ dan khobar harus selalu sesuai dari sisi jenisnya.

Contoh:

الْمُسْلِمُ صَالِحٌ clip_image016[7] Orang muslim itu sholeh

الْمُسْلِمَةُ صَالِحَةٌ clip_image016[8] Orang muslimah itu sholihah

الْمُؤْمِنُوْنَ مُجْتَهِدُوْنَ clip_image016[9] Para lelaki mu’min itu orang yang bersungguh-sungguh

الْمُؤْمِنَاتُ مُجْتَهِدَاتٌ clip_image016[10] Para perempuan mu’min itu orang yang bersungguh-sungguh

5. Apa yang dimaksud dengan jumlah Fi’liyah dan Ismiyah? Bagaimana membentuk jumlah Fi’liyah dan Ismiyah?

Jawab :

Jumlah Ismiyah (kalimat nominal) adalah kalimat yang pokok kalimatnya ada pada awal kalimat atau kalimat yang berpredikat kata benda yang terdiri dari Mubtada’ (pokok kalimat) dan Khabar (predikat).

Jumlah Fi’liyah (kalimat verbal) adalah kalimat yang kata kerjanya sebelum pokok kalimat. Atau kalimat yang berpredikat kata kerja yang terdiri dari fi’il (kata kerja) dan Fa’il (pelaku).

Ø Cara membentuk jumlah ismiyah ialah dengan mubtada harus berupa isim ma’rifat dan i’robnya rofa sama seperti khabar yang harus rofa. Apabila mubtadanya isim mudzakkar, khabarnya harus sama. Begitu pula apabila mubtada berupa isim mufrod khabarnya juga harus sama.

Jumlah ismiyah bisa berbentuk kalimat nominal apabila khobarnya berupa kalimah isim.

Jumlah ismiyah bisa berbentuk kalimat verbal apabila khobarnya berupa kalimat fi’il.

Ø Cara membentuk jumlah fi’liyah ialah dengan fa’il/segala macam subjek adalah isim yang teretak setelah fi’il ma’lum. Apabila fa’il berbentuk muannast maka fi’il juga harus sama. Begitu juga apabila berbentuk mudzakkar. Namun apabila fa’il berbentuk mutsanna (ganda) ataupun jamak maka fi’il harus tetap mufrod (tunggal).

6. Sebutkan kawan-kawan Inna (إنّ)! Apa fungsi dan dampaknya bagi sebuah kalimat? berikan contohnya!

Jawab :

· Yang termasuk kawan-kawan إِنَّ antara lain:

أَنَّ (=bahwasanya), كَأَنَّ (=seolah-olah), لَكِنَّ (=akan tetapi), لَعَلَّ (=agar supaya), لَيْتَ (=andaisaja), لاَ (=tidak, tidak ada).

· Satu diantara fungsi inna ialah memperkuat, meyakinkan dan bersungguh-sungguh menekankan peranan dari fiil yang berkaitan dengan isim yang berada pada suatu kalimat.

· Kata  إِنَّ (=sesungguhnya) serta kawan-kawannya berdampak sedikit mengubah kaidah I’rab sebagai berikut:

1) Bila Harf  إِنَّ (=sesungguhnya) atau kawan-kawannya memasuki sebuah Jumlah Ismiyyah ataupun Jumlah Fi’liyyah maka Mubtada’ atau Fa’il yang asalnya Isim Marfu’ akan menjadi Isim Manshub. Perhatikan contoh di bawah ini:

Jumlah tanpa Inna

Jumlah dengan Inna

اَلْبَيْتُ كَبِيْرٌ

إِنَّ الْبَيْتَ كَبِيْرٌ

(=rumah itu besar)

(=sesungguhnya rumah itu besar)

اَلْبَيْتُ الْكَبِيْرُ غَالٌ

لَكِنَّ اَلْبَيْتَ الْكَبِيْرَ غَالٌ

(=rumah besar itu mahal)

(=akan tetapi rumah besar itu mahal)

نَصَرَ اللهُ الْمُؤْمِنَ

لَعَلَّ اللهَ يَنْصُرُ الْمُؤْمِنَ

(=Allah menolong mukmin)

(=semoga Allah menolong mukmin)

2) Tempat hamzah inna yang dibaca fathah dan kasroh

Terbagi menjadi 2 :

1. Fathah

apabila inna ditakwil sebagai masdar maka hamzahnya harus di fathah.

2. Kasroh

o Jatuh di awal kalam

o Jatuh dalam awalan shilah

o Sebagai jawaban sumpah

o Sebagai hikayat suatu ungkapan

o Menempati tarkib haal

o Jatuh setelah af’ al-qulub yang telah tertangguhkan amalannya oleh للام

o Setelah ث حي

o Bila jumlah inna menjadi sifat

o Bila jumlah inna menjadi khabar dan isim dzat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s